Selasa, 09 Maret 2010

Dear Love...

Dear Love...

Apa kabar hari ini?

Ach... Kenapa mesti ada surat ini? Kenapa susah sekali buat kita untuk bertemu dan saling bertukar sapa. O ya, memang ada henpon, tapi.. Sering kali percakapan kita di selingi oleh, ".. Sori ntar aku telpon lagi, ada tamu" atau "Sudahlaah... Kamu tidur saja, sudah malam".

Yaa... Percakapan yang cuma sepatah sepatah saja. Mungkin untuk sekedar memenuhi jabatan pacar yang kita punya. Membosankan memang!


Mungkin dengan sebuah surat, kamu bisa membacanya disaat luang. Di saat kamu udah bisa menerima kehadiran aku.

Hari ini, mendung. Urat leher dibelakang telinga kananku sakit. Salah tidur katanya Bude yang tadi aku mintain tolong buat pijitin. Mmm.. Bau balsem. Tapi lebih enakan, daripada tadi pagi. Tidak membaik, cuma cukup baikan.

Sepertinya kita sama sama sibuk yah?

O ya. Kemaren aku sempat mempublish cerita Sang Jendela. Kasian tokoh itu sekarang. Sepertinya Matahari sedang marah. Akhirnya Jendela cuma bisa pasrah, berkeluh kesah sendiri. Matahari tidak mau mendengarkan. Tadi malam Jendela akhirnya bisa berkeluh kesah, kepada Hujan. Jendela dan Hujan, kenapa mereka begitu kompak?

Padahal Jendela terus berharap Matahari mau mendengar. Tapi Jendela dan Matahari berbicara dalam bahasa yang berbeda, mana mungkin nyambung yah?? Acch... Aku merasa kasian sekali dengan Jendela itu sekarang...

Acch... Sudahlah, toh Jendela selalu sendiri,iya kan?

Duuh... masih sakit, kepalanya tidak bisa di gerakkan ke kanan. Dan jadi mengantuk.. ngan..tuukk...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar